maxresdefault

Gula darah 500, komplikasi saraf dan mata. Tapi berhasil Remisi

Sepasang suami istri ini sama-sama hidup dengan diabetes. Kadar gula darah puasa (GDP) sang suami pernah menembus angka 500, sementara istrinya di atas 300. Kondisi suami bahkan sempat memburuk hingga terjadi komplikasi saraf di kedua kaki, membuatnya tidak bisa berjalan dan harus rutin menjalani suntikan di dokter saraf.

Namun setelah menjalani puasa secara konsisten, setidaknya 20 kali, perlahan perubahan mulai terjadi. Apa yang mereka alami kemudian menjadi titik balik yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Inilah kisah mereka.

Kata Mereka

Testi-min
Testi(3)-min
Testi(2)-min
Picture1
Picture2
Picture3
Picture4
Picture5
Picture6
Picture7
Picture8
Picture9
Picture10
Picture11
Picture14
Screenshot 2026-03-03 113625
Screenshot 2026-03-03 114017
Picture12

“Saya sudah 5 tahun hidup dengan diabetes dan jujur saja, saya lelah. Gula darah naik turun, diet tidak konsisten, dan saya sering merasa bersalah pada diri sendiri. Setelah ikut program 4 sesi, saya akhirnya memahami pola tubuh saya sendiri. Bukan hanya soal makanan, tapi juga stres dan pola pikir saya yang ternyata berpengaruh besar. Sekarang gula darah saya jauh lebih stabil dan saya merasa lebih tenang menjalaninya.”

59eac277e675c154b8e644673d260251

Hendrawan
57 tahun

“Saya merasa hidup saya seperti berjalan di tempat. Karier biasa saja, kesehatan menurun, motivasi hilang. Awalnya saya ragu apakah coaching dr Ruly akan membantu. Ternyata justru di sana saya menemukan kejelasan. Saya belajar melihat ulang pola lama saya dan mulai membangun kebiasaan kecil yang konsisten. Tidak instan, tapi terasa nyata. Saya sekarang punya arah dan energi yang berbeda.”

best-hairstyle-for-asian-male-30-years-old-v0-8eczfpfa7f6d1

Alvian
38 tahun

“Saya sudah lama hidup dengan kecemasan yang sulit dijelaskan. Jantung sering berdebar tanpa sebab jelas, pikiran selalu memikirkan kemungkinan terburuk. Setelah beberapa sesi coaching dengan dr Ruly, saya mulai memahami pola tubuh dan pikiran saya sendiri. Saya belajar teknik yang sederhana tapi efektif untuk menenangkan sistem saraf saya. Sekarang saya memang belum ‘sempurna’, tapi saya jauh lebih tenang dan tidak lagi dikuasai rasa takut.”

Zahra
34 tahun

“Saya merasa hidup saya seperti tidak bergerak. Tidak ada masalah besar, tapi juga tidak ada pertumbuhan. Coaching membantu saya melihat pola lama yang membuat saya bertahan di zona nyaman. Perlahan saya mulai membuat keputusan kecil yang selama ini saya tunda. Rasanya seperti kembali punya arah.”

Dimas
39 tahun

“Saya pernah berada di fase di mana semuanya terasa datar. Tidak sedih, tapi juga tidak bersemangat. Saya mulai mempertanyakan tujuan hidup saya sendiri. Pendampingan ini membantu saya terhubung kembali dengan nilai dan hal-hal yang sebenarnya penting bagi saya. Perlahan energi saya kembali. Saya merasa hidup lagi.”

Widya
50 tahun

“Saya bekerja di posisi manajerial dan merasa harus selalu kuat. Tapi di dalam, saya sebenarnya sangat lelah dan cemas. Sesi coaching dr Ruly, membantu saya menyadari akar stres saya dan bagaimana cara mengelolanya secara realistis. Yang paling terasa adalah saya tidak lagi merasa sendirian menghadapi tekanan. Sekarang saya bisa bekerja lebih jernih tanpa merasa terkuras setiap hari.”

5e65bebcc3b5222cb588492406c31994

Magdalena
41 tahun

“Saya datang bukan untuk diri saya sendiri, tapi karena pasangan saya sakit dan saya merasa kewalahan. Saya butuh panduan yang masuk akal, bukan sekadar motivasi. Dalam beberapa sesi, saya belajar memahami kondisi medisnya dengan lebih tenang dan bagaimana mendukung tanpa mengorbankan diri sendiri. Pendekatannya rasional tapi tetap menenangkan secara batin. Itu yang membuat saya bertahan.”

Screenshot 2026-03-02 153645

Vindi
47 tahun

“Saya terbiasa menjadi orang yang diandalkan. Tapi ternyata saya kelelahan tanpa sadar. Bangun pagi terasa berat, pekerjaan yang dulu saya cintai terasa hambar. Dalam 4 sesi dr Ruly, saya dibantu melihat bahwa burnout saya bukan hanya karena kerja terlalu banyak, tapi juga karena cuek pada batas diri dan makna. Sekarang saya bekerja dengan ritme yang lebih sehat dan tidak lagi merasa kosong.”

Widodo
45 tahun

“Pikiran saya tidak pernah berhenti. Bahkan untuk keputusan kecil pun saya bisa memikirkannya berhari-hari. Saya sering lelah sendiri dengan kepala saya. Saat coaching, saya belajar membedakan mana pikiran yang perlu ditindaklanjuti dan mana yang hanya kebiasaan cemas. Memang sederhana, tapi dampaknya besar. Sekarang saya bisa berpikir lebih jernih tanpa tenggelam di dalamnya.”

Dara
29 tahun

Awalnya saya datang dengan banyak kebingungan (soal kesehatan, pekerjaan, dan arah hidup). Dalam 8 sesi, saya merasa seperti membongkar ulang fondasi hidup saya. Tidak semua nyaman, tapi sangat membuka mata. Breakthrough terbesar saya adalah menyadari bahwa saya punya kendali atas pilihan saya. Itu mengubah cara saya melihat diri sendiri.”

Herson
42 tahun

Butuh Bantuan? Jadwalkan pada waktu yang sesuai dengan jadwal Anda.

Jika Anda sudah membaca sampai sini, mungkin ini waktunya berhenti menunda.
Perubahan tidak harus sempurna. Cukup satu langkah.